Website Iklan Tayang Selamanya
Selamat datang di situs web periklanan jaringan unikbaca.com "Semoga Hari Anda Selalu Menyenangkan!"
Setidaknya satu iklan Anda posting juga di situs web iklan ini!
Agar pengunjung atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda
📝 POSTING Hari ini DISKON 50%

Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Rahasia Penyedap Rasa (MSG)

Tentu saja merupakan hal yang misterius ketika kristal putih lembut dan tidak berdosa, yang kalau kita cicipi langsung tidak memiliki keistimewaan dan rasa, namun dianggap "bisa" meningkatkan citarasa/kelezatan makanan. Bahkan untuk urusan memasak di dapur, banyak ibu-ibu yang percaya jika MSG benar-benar dapat membuat masakannya menjadi enak. Padahal kalau memang MSG penyebab masakan enak, kita tinggal taburi saja di atas nasi
Sejarah MSG
MSG (Monosodium Glutamat) pertama kali diisolasi dari ganggang laut kombu oleh ilmuwan Jepang pada tahun 1908. Orang jepang menyebutnya aji-no-moto (sekarang menjadi salah satu merk dagang salah satu MSG) yang artinya "intisari rasa" atau "pusat citarasa". Hal ini tidak terlepas dari kebiasaan orang Jepang untuk memanfaatkan glutamat dalam ganggang laut untuk membuat sup yang lezat. Kini sekitar 200.000 ton MSG murni diproduksi setiap tahunnya.

Cara Kerja MSG
Penyedap rasa/MSG dalam dunia industri sering disebut potensiator (alat yang dapat membangkitkan potensi rasa makanan). Sebenarnya ada kekeliruan dari istilah penyedap rasa. Jangan berpikiran ngaco dengan menganggap jika MSG mampu mengubah makanan lezat menjadi tidak lezat. Jika banyak orang yang berpikiran seperti itu, maka bisa saja seseorang akan menaburkan banyak MSG ke sebuah batu untuk dijilati.
Cara kerja MSG terletak pada glutamatnya. Molekul glutamat berfungsi untuk mengikat molekul rasa apapun untuk menempel lebih lama di lidah. Maka tidak menjadi hal yang aneh ketika makanan yang ditambahkan terlalu banyak MSG membuat lidah tidak nyaman.

Kontroversi MSG
Orang yang bergelut sebagai koki atau sebagai ahli kimia seharusnya pernah mendengar chinese Restaurant syndrome (CRS) yang terjadi pada tahun 1986. CRS merupakan istilah yang digunakan untuk gejala sakit kepala dan rasa terbakar setelah mengkonsumsi makanan tertentu. Penyebabnya dicurigai karena penambahan MSG yang berlebihan pada masakan di beberapa restoran di Cina. Akibat kejadian ini terjadi kontroversi penggunaan MSG dalam makanan.
Menurut organisasi NOMSG, glutamat bertanggungjawab atas 23 efek keluhan. Salah satunya, penabalan kantung mata, serangan panik, hidung yang terus mengucur dan kelumpuhan parsial. Sedangkan, para pelaku industri membantah hal tersebut dan menganggap MSG sebagai harta karun berharga dalam makanan. Sebagai wasit, FDA (seperti Badan POM di Indonesia) menilai jika belum cukup bukti bahwa MSG berbahaya.

Ironisnya
Setelah berbagai kontroversinya, banyak pelaku industri mulai melirik untuk memproduksi makanan non MSG yaitu dengan memberi label "tanpa MSG". Padahal kandungan MSG tidak hanya terkandung pada penyedap rasa saja. Secara alami glutamat dapat ditemukan pada bahan-bahan seperti tomat, keju, sendawan, daging dan keju. Jadi jika anda takut MSG, maka anda juga sudah seharusnya takut pada makanan-makanan tersebut.

sumber: Wolke, L., Robert. 2005. Kalo Einstein jadi Koki. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
thumbnail

3 Minuman yang Jarang Disajikan Panas

Umumnya cuaca dingin membuat minuman panas semakin nikmat diminum. Namun, tidak semua minuman baik disajikan panas. Terutama ketika kita juga ingin mengambil manfaat gizi dari minuman, penyajian minuman yang tepat adalah dengan suhu hangat, normal atau dingin.

Menurut dokter Samuel Oetoro, spesialis gizi klinik, penyajian panas, terutama penyeduhan dengan air panas, bisa merusak zat gizi tertentu. Berikut adalah beberapa jenis minuman yang sebaiknya tidak disajikan panas.


1. Teh Hijau
Teh hijau mengandung epigallotechin gallate sebagai antioksidan poten yang bisa rusak ketika diseduh dalam suhu tinggi. "Sebaiknya menyeduh teh tidak dengan air mendidih, melainkan tidak lebih dari 70 derajat Celcius," ujar Samuel. Samuel menambahkan, untuk memperoleh manfaat antioksidan optimal dari teh, maka untuk satu cangkir, memerlukan 3 gram teh. Sedangkan untuk teh celup, maka jangan mencelupkannya lebih tiga kali untuk menghindari kontaminasi kantung.

Selain itu sebaiknya jangan menyimpan teh hijau lebih dari 6 bulan agar kandungan antioksidannya tidak rusak. "Untuk mendapat manfaat optimal konsumsi teh hijau tiga sampai lima cangkir sehari," ujarnya.

2. Jeruk
Jeruk adalah buah yang sarat vitamin C. Menilik sifat vitamin C yang tidak tahan panas, maka sebaiknya tidak menyeduh dengan air panas. "Paling baik menyajikan minuman jeruk dengan suhu ruang," ungkap Samuel.

3. Susu
Susu mengandung protein tertentu yang bisa rusak ketika diseduh dengan air panas. "Protein tertentu dalam susu akan mengalami denaturasi dalam suhu lebih dari 80 derajat Celcius, maka cukup seduh dengan air hangat," kata salah satu penulis buku Smart Eating ini.

sumber: kompas.com
thumbnail

Dampak Buruk Terlalu Banyak Mengkonsumsi Ikan Asin


Agan Agan semua pasti udah tau dengan nyang namanya Ikan Asin. Iya , Ikan Asin Merupakan Ikan yang diawetkan dengan "bantuan" garam , sehingga rasa dari ikan asin sendiri kebanyakan asin . Tapi sebaiknya agan agan semua jangan sering-sering makan ikan asin. Mengapa?

"Ikan asin itu mengandung nitrosamin yang merupakan pencetus aktifnya virus Epstein-Barr yang merupakan penyebab utama kanker nasofaring (kanker tenggorokan atau THT)," jelas dr Budianto Komari, Sp.THT dari KSMF THT RS Kanker Dharmais, dalam acara penyuluhan ilmiah untuk awan 'Diagnosa & Penatalaksanaan Karsinoma Nasofaring' di RS Kanker Dharmais, Jakarta, Selasa (23/11/2010).
Ikan asin mengandung nitrosamin yang merupakan karsinogen (zat pemicu kanker). Ini karena dalam proses pengasinan dan penjemurannya, sinar matahari bereaksi dengan nitrit (hasil perombakan protein) pada daging ikan, sehingga membentuk senyawa nitrosamin.

"Nitrosamin ini pencetus utama kanker nasofaring, tidak hanya di ikan asin tetapi juga banyak pada makanan yang diawetkan," kata dr Budi lebih lanjut.

dr Budi menjelaskan, di daerah China Selatan yang sebagian besar penduduknya adalah nelayan dan hampir setiap hari makan ikan asin ternyata angka kejadian kanker nasofaring sangat tinggi. Dan pencetus utamanya adalah ikan asin.

Menurut dr Budi, virus Epstein-Barr sebenarnya banyak terdapat dimana-mana, bahkan di udara bebas. Hanya saja tidak semua akan menjadi kanker, virus ini akan tetap 'tidur' di nasofaring jika tidak dipicu faktor-faktor tertentu.

Faktor-faktor lain pemicu aktifnya virus Epstein-Barr antara lain:

1. Genetik
Ras Mongoloid tercatat paling banyak menderita kanker nasofaring karena memiliki gen tertentu.

2. Cara hidup yang tidak sehat
Cara hidup yang tidak sehat seperti sering terkena polusi, asap, asap rokok, alkohol.

3. Cara makan
Cara makan yang tak sehat seperti sering makan ikan asin, makanan awetan yang diasap atau fermentasi, dan memasak dengan kayu.

4. Pekerjaan dan keagamaan
Orang yang bekerja di pabrik yang banyak gas dan bahan kimia industri, peleburan besi, formaldehida, serbuk kayu. Dan kegiatan keagamaan seperti dupa dan menyan.

"Sebenarnya kalau sekali-kali makan ikan asin ya nggak apa-apa, ikan asin enak kok. Tapi ya jangan sering-sering, jangan tiap hari juga. Yang terpenting makan harus bervariasi dan makanan segar, jangan terlalu sering makan makanan awetan atau kalengan," tutup dr Budi.

Komentar dari saya :
"Jadi kalian kalau makan yang asin-asin harus dikontrol ya gan, jangan terlalu berlebihan, karena bisa menyebabkan Kanker gan. apalagi makan ketek asin hahaa, bisa muntah-muntah juga tuh hehe"

thumbnail

Minuman Es Tradisional Indonesia yang Mulai Jarang di Temui


Di Indonesia memang kaya akan makanan dan minuman tradisional dan terkenal di jamannya. Banyak sekali makanan dan minuman yang dahulu kita selalu melihat dan bahkan mengonsumsinya tetapi pada akhir-akhir ini kita sangat sulit untuk menemuinya. Berikut Sepuh akan sampaikan Minuman Es Tradisional Indonesia yang Mulai Jarang di Temui
1.   Selendang Mayang
Bagi masyarakat khususnya masyarakat Betawi pasti tidak asing mendengar jenis minuman yang juga mengenyangkan dengan nama selendang mayang. Minuman ini dapat mengenyangkan karena bahan utama dari selendang mayang yaitu tepung sagu dan tepung beras yang berbentuk kue seperti agar-agar serta disiram dengan kuah santan yang gurih dan segar.
Sumber : akumassa.org
Warna merah atau hijau dari adonan kue yang seperti agar-agar dan disajikan dalam potongan kotak-kotak yang berpadu dengan warna putih santan membuat tampilannya mengingatkan kita dengan bentuk selendang maka dari itu minuman khas betawi ini disebut selendang mayang. Sayangnya akhir-akhir ini minuman ini sudah mulai sulit ditemukan, tetapi masih ada beberapa penjual yang menjual selendang mayang yang dapat Anda temui di kawasan Kota Tua, Glodok, dan kawasan Kelapa Gading.
2.  Es Goyang
Pernahkah Anda merasakan es dengan nama es goyang. Jika belum, memang pada akhir-akhir ini es goyang telah sulit kita temui apalagi jika di kota-kota besar tetapi dahulu es ini pernah terkenal dan menjadi penghilang dahaga yang favorit. Hal tersebut karena harga dari es goyang ini merakyat disamping dari rasanya yang khas serta bentuknya yang unik.Bentuk es goyang ini kebanyakan persegi panjang dengan menggunakan pegangan dari bambu yang kecil seperti tusuk sate atau dari lidi.
es goyang - inagurasi
Seperti namanya yaitu es goyang, pembuatan es ini memang digoyang – goyang. Jika biasayanya membuat es dilakukan dengan cara memutar wadah es, maka es goyang dilakukan dengan menggoyangkan wadah es atau bahkan gerobaknya. Penyajiannya juga biasanya ditambahkan coklat cair yang akan membeku ketika menempel pada es.  Sayangnya es goyang yang dulu biasa kita lihat melintasi depan rumah, kali ini sudah sulit untuk kita temui.
3.   Es Potong

Sama seperti es goyang hanya saja es ini berbentuk silinder dan pembuatannya pun tidak di goyang tetapi hanya didinginkan saja di dalam plastik. Es ini sesuai dengan namanya es potong memang dakam penyajiannya dipotong dari bentuknya yang panjang dipotong dalam bentuk yang lebih pendek sesuai harga yang dipatoknya. Akan tetapi tetap saja menggunakan pegangan dari tusuk bambu atau lidi. Serta biasanya disajikan dengan dicelupkan ke dalam sirop atau coklat cair. Rasanya pun beragam, mulai dari pandan, coklat, santan, hingga nangka dan durian.
4.   Es Serut Cetak
Mungkin sedikit terdengar aneh dengan nama es serut cetak, memang es yang terkenal di Jawa Barat ini sebenarnya tidak diketahui secara pasti namanya tetapi dilihat dari proses pembuatannya layak disebut es serut cetak. Cara pembuatan es ini memang berbeda, es balok dipotong kecil sesuai ukuran lalu kemudian diserut dan dimapatkan ke dalam cetakan dalam beragam bentuk biasanya berbentuk bintang dan boneka kemudian diberi pegangan lalu dilumuri dengan sirop beragam rasa.
Sumber : destihantugokilz.blogspot.com
Dilihat dari pembuatannya maka hasil akhirnya yaitu es serut yang dicetak dan tentunya memiliki warna yang beragam dari sirop yang dilumuri ke es tersebut. Cara mengonsumsinya pun unik, Anda hanya perlu menghisap es tersebut hingga sirop atau esnya habis. Sayangnya es ini juga telah sulit ditemui bahkan di daerah perkampungan yang dahulu kerap dilewati penjual es serut cetak ini.
5.   Limun Sarsaparilla
Limun sarsaparilla atau yang biasa dikenal di kalangan masyarakat Jawa Tengah khususnya Yogyakarta dengan sebutan Cola Jawa. Minuman ini memang memiliki rasa yang hampir sama seperti minuman cola lainnya, limun sarsaparilla tetap memiliki kandungan karbonisasi di dalamnya. Minuman ini bahkan sangat populer di era tahun 50an hingga 70an dan bahkanbagi yang mampu membeli minuman ini akan dianggap modern, simbol kemajuan, dan sangat berkelas di zamannya.
Sumber : taleferry.wordpress.com
Limun sarsaparilla memiliki rasa yang khas di lidah, begitu dicecap maka aroma menyegarkan seperti menyecap mint cukup terasa sehingga dapat mendatangkan efek lega di rongga hidung dan rongga dada. Selain minuman berkarbonasi, aroma khas rempahnya juga mengingatkan kita pada aroma obat atau jamu tradisional.

thumbnail

Bentuk-Bentuk Kue Mengerikan yang Jijik Untuk di Makan

Syarat utama sebuah makanan adalah kelezatan,, namun faktor yang tidak boleh dilupakan adalah bentuk dari makanan tersebut yang memiliki peran untuk mengundang selera makan.

Namun berbeda dengan dari biasanya, kue-kue ini justru diciptkan dengan bentuk yang sama sekali tidak akan mengundang orang untuk makan melainkan justru akan membuat orang lain ingin muntah  saat mencobanya. Kue-kue ini di desain dengan bentuk yang sangat mengerikan bahkan mungkin sangat cocok menjadi properti untuk film horor 



sumber: mesammesem.com