Website Iklan Tayang Selamanya
Selamat datang di situs web periklanan jaringan unikbaca.com "Semoga Hari Anda Selalu Menyenangkan!"
Setidaknya satu iklan Anda posting juga di situs web iklan ini!
Agar pengunjung atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda
📝 POSTING Hari ini DISKON 50%

Tampilkan postingan dengan label Narkotika. Tampilkan semua postingan
thumbnail

5 Jenis Narkotika yang Paling Berbahaya

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan (narkoba) merupakan masalah umum dan serius yang dialami setiap negara. Sebagian pengguna narkoba berujung pada kematian. Untuk terhindar dari jerat penyalahgunaan, dan mati sia-sia, tidak ada salahnya mengenal daftar narkoba yang paling disalahgunakan dan efeknya seperti di bawah ini:

1. Heroin


Heroin merupakan candu yang diproses langsung dari ekstrak opium poppy. Pada awalnya dibuat untuk membantu menyembuhkan orang kecanduan morfin. Setelah melintasi penghalang darah menuju otak, yang terjadi adalah pengenalan obat ke dalam aliran darah. Heroin diubah menjadi morfin yang meniru tindakan endorfin, menciptakan halusinasi yang berpusat di usus. Salah satu metode yang paling umum dari penggunaan heroin adalah melalui suntikan intravena.

Dan jika pengguna berhenti mengkonsumsi heroin, dia akan mengalami rasa sakit yang berkesinambungan.Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir – akhir ini . Efek pemakaian heroin: kejang-kejang, mual, hidung dan mata yang selalu berair, kehilangan nafsu makan dan cairan tubuh, mengantuk, cadel, bicara tidak jelas, tidak dapat berkonsentrasi

2. Kokain


Kokain atau sekarang lebih dikenal dengan nama Shabu-shabu adalah alkaloid tropane kristal yang diperoleh dari tanaman daun koka yang berasal dari Amerika Selatan. Reaksi penggunaa kokain sangat cepat, umpan balik dari sistem saraf pusat dan penekan nafsu makan, sehingga menimbulkan apa yang telah digambarkan sebagai rasa euforia kebahagiaan dan energi meningkat. Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksifnya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotik, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif dan efek merugikannya telah dikenali.

Efek yang ditimbulkan: menjadi bersemangat, gelisah dan tidak bisa diam, tidak bisa makan, paranoid, lever terganggu, . Shabu-shabu mengakibatkan efek yang sangat kuat pada system syaraf .Pemakai shabu-shabu secara mental akan bergantung pada zat ini dan penggunaan yang terus menerus dapat merusakan otot jantung dan bahkan menyebabkan kematian. Shabu-shabu sangat berbahaya karena prilaku yang menjurus pada kekerasan merupakan efek langsung dari penggunannya. Bahkan sering menyebabkan impoten. Berat badan menyusut, kejang-kejang, halusinasi, paranoid, kerusakan usus ginjal.

3. Ekstasi


Ekstasi merupakan salah satu obat bius yang di buat secara ilegal di laboratorium dalam bentuk tablet atau kapsul.Ekstasi dapat membuat tubuh si pemakai memiliki energi yang lebih sekaligus mengalami dehidrasi yang tinggi. Akibatnya dapat membuat tubuh kita untuk terus bergerak. Beberapa orang yang mengkonsumsi ekstasi di temukan meninggal karena terlalu banyak minum air akibat rasa haus yang amat sangat.Tergolong jenis zat psikotropika.

Efek yang ditimbulkan oleh pengguna ecstasy adalah iare, rasa haus yang berlebihan, hiperaktif, sakit kepala dan pusing, menggigil yang tidak terkontrol, detak jantung yang cepat dan sering, mual disertai muntah-muntah atau hilangnya nafsu makan, gelisah/tidak bisa diam, pucat & keringat, dehidrasi, mood berubah. Akibat jangka panjangnya adalah kecanduan, syaraf otak terganggu, gangguan lever, tulang dan gigi kropos.

4. Opium


Opium berasal dari getah putih yang keluar dari kelopak mentah bunga tanaman Papaver somniferum atau tanaman poppy. Tanaman ini tumbuh subur di dataran Amerika Utara, Eropa, Asia, dan Australia. Bijinya biasa digunakan sebagai minyak goreng. Sebagai obat dijadikan penghilang rasa sakit, pelemas otot yang kejang, diare, hingga keracunan. Pemakai opium dapat merasakan keadaan yang tenang. Opium dapat memengaruhi secara positif pada fisik maupun mental si pengguna dan tidak benar-benar melemahkan mereka yang secara psikologis karena pada sebagian orang ditemukan fungsi kekebalan dalam tubuhnya sendiri.

Namun demikian, penggunaan opium rentan terkena malnutrisi dan penyakit lainnya. Efek negatif yang ditimbulkan pemakai mengalami pelambatan dan kekacauan saat berbicara, kerusakan penglihatan pada malam hari, kerusakan pada hati dan ginjal, risiko terkena virus HIV, hepatitis, dan penyakit infeksi lainnya, penurunan libido, kebingungan dalam identitas seksual, hingga kematian karena overdosis.

5. Ganja


Ganja mengandung sejenis bahan kimia yang disebut delta-9-tetrahydrocannabinol (THC). Dapat mempengaruhi suasana hati manusia dan mempengaruhi cara orang tersebut melihat dan mendengar hal-hal disekitarnya. Ganja dianggap narkoba yang aman dibandingkan dengan putauw atau shabu. Jika menggunakan ganja, pikiran akan menjadi lamban, nampak bodoh dan membosankan. Ganja dapat mempengaruhi konsentrasi dan ingatanmu. Efek lain dari penggunaan ganja adalah: kehilangan konsentrasi,meningkatnya denyut nadi, keseimbangan dan koordinasi tubuh yang buruk, ketakutan dan rasa panik, depresi, kebingungan dan halusinasi. Jadi, ayo tinggalkan narkotika! (**)

sumber : iyarkreuk.blogspot.com
thumbnail

70 Persen Pengguna Narkoba adalah Anak Sekolah

70 persen dari 4 juta pecandu narkoba tercatat sebagai anak usia sekolah, yakni berusia 14 hingga 20 tahun. “Bahkan sudah menyusup ke anak usia SD,” ujar Muchlis Catyo, Kepala Subdit Kesiswaan Direktorat Pendidikan Menengah Umum Departemen Pendidikan Nasional kepada wartawan di kantornya, Jumat (30/7).

Data tersebut, menurut Muchlis, merupakan temuan Tim Kelompok Kerja Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba Depdiknas tahun 2004. Data tersebut menunjukkan bahwa angka persentase pengguna telah mencapai 4 persen dari seluruh pelajar Indonesia.

Prediksi lain, menurutnya, bahkan menyebutkan bahwa jumlah siswa sekolah yang terkena narkoba ada 4 hingga 6 juta anak. Angka-angka tersebut, katanya, adalah data yang tercatat. “Bisa dibayangkan berapa pengguna sesungguhnya yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Anak sekolah, menurut dia, biasanya mencoba memakai narkoba dengan anggapan narkoba itu keren. “Selain itu di masa remaja yang labil biasanya mereka butuh tempat untuk mencurahkan masalah mereka. Ketika tidak ada, larinya ke narkoba,” papar Muchlis.

Namun, khusus untuk pengguna narkoba di anak usia SD, biasanya diawali karena ketidaksengajaan. Narkoba, jelas dia, biasanya masuk lewat permen, bakso, bahkan melalui obat di rumah sakit ketika mereka harus dirawat.

Berdasarkan hal tersebut, Muchlis menyimpulkan bahwa penyalahgunaan narkoba telah menjadi ancaman terhadap kemanusiaan. “Bukan saja di Indonesia, tetapi di seluruh dunia,” tandasnya.

Muchlis mengaku bahwa pihak Depdiknas sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi mesalah ini, seperti lewat lomba poster, workshop, gerak jalan massal, dan piloting project berupa pembinaan khusus di sekolah-sekolah. “Tercatat, tahun ini ada 45 sekolah dari seluruh provinsi yang ikutpiloting project,” jelas dia.

Selain pihak Diknas, siswa sekolah sendiri juga ikut berperan dalam menyukseskan gerakan antimadat ini. Hal ini dibuktikan dengan diadakannya gerakan anti-penyalahgunaan narkoba. Acara ini akan digelar 2-3 Agustus mendatang, dan rencananya akan dibuka oleh Menteri Pendidikan A. Malik Fajar.

Menurut salah satu panitia, Zairiny Zaki Karmiaji, yang membedakan acara ini dengan acara antinarkoba yang lain adalah gerakan ini dicetuskan dan dimulai dari siswa dan untuk siswa. Bentuk acara yang disajikan, kata Zairiny dari SMA Al Azhar BSD, layaknya sebuah demonstrasi. Lebih kurang 50 SMA di wilayah Jakarta dan sekitarnya akan berpartisipasi dalam acara ini.


sumber: tempo.co